Liga Italia
Liga pertama dimulai oleh para imigran yang berasal dari Inggris pada tahun 1891 di Italia. Klub pertama yaitu Genoa Kriket dan Athletic Club (sekarang bernama Genoa Cricket & Football Club). Awalnya liga terpisah antara warga asli Italia dan warga pendatang, kemudian mereka bergabung sekitar 1897.
Pada bulan Maret 1898, Federasi Sepak Bola Italia (Federazione Italiana Giuoco Calcio, FIGC) didirikan di kota Turin. Disertai dengan bergabungnya empat klub yaitu Genoa, FC Torinese, Internazionale di Torino and the Società Ginnastica di Torino (Gymnastic Society of Torino). Klub yang lainnya ada namun memutuskan untuk tidak bergabung.
Liga pertama dilangsungkan hanya satu hari yaitu pada tanggal 8 Mei 1898 di Roma. Gelar kemudian dimenangkan oleh Genoa.

Genoa merupakan awal kebangkitan sepak bola di Italia. Mereka memenangkan kejuaraan pada tahun 1899, 1900, 1902, 1903, dan 1904. Setelah berpisahnya Gymnastic Society of Torino menjadi dua klub yaitu – Milan FBC dan Juventus FBC, kemudian mereka bergabung di liga pada tahun 1900.

Liga kemudian tergabung dalam FIFA pada tahun 1905, dan berubah menjadi Liga yang terstruktur lebih baik..

Setelah sempat terhenti karena diakibatkan oleh Perang Dunia I, popularitas sepak bola kembali lagi tumbuh dan berkembang disertai dengan banyaknya klub-klub kecil mulai bermunculan dan bergabung.
Pada musim panas tahun1921, Asosiasi kedua telah dibuat dalam kompetisi untuk mendukung FIGC. The Confederazione Calcistica Italiana (CCI), muncul perdebatan antara klub besar dan kecil tentang struktur Liga nasional. Oleh karena itu di 1922 Italia memiliki dua juara yaitu US Pro Vercelli dan US Novese. Kedua klub akhirnya kembali bergabung di akhir musim.

Perubahan ke struktur liga nasional terjadi pada tahun 1929 dengan delapan belas tim pada awalnya di liga utama. Pemenang pertama tahun 1930 adalah Internazionale. Tim nasional juga memenangkan Piala Dunia pada tahun 1934 dan 1938.

Setelah Perang Dunia II liga kembali lagi kedalam format kedaerahan yaitu di bagi menjadi dua wilayah yaitu utara dan selatan yang di akhiri dengan sistem playoff untuk satu tahun sebelum kembali lagi ke format satu wilayah atau liga nasional. Torino adalah klub pertama yang meraih juara Liga pasca perang kemudian memenangkan pertandingan empat kali berturut-turut.

Namun tetap klub-klub seperti Juventus, AC Milan dan Internazionale yang mendominasi liga sejak Perang Dunia II, dan mereka telah memenangkan 54 gelar.
Liga Italia

Beckham Akhirnya Bergabung Dengan Milan

David Beckham akhirnya bergabung juga dengan AC Milan. Sabtu malam, dia diperkenalkan ke publik dan melakukan temu pers pertama sebagai pemain I Rossoneri.

Beckham di Milan dengan status pinjaman, selama Major League Soccer (MLS) yang diikuti klubnya, Los Angeles Galaxy, libur. Dia akan akan kembali begitu kompetisi MLS bergulir lagi. Namun, dia berharap akan bersama Milan dalam beberapa tahun ke depan.

Beckham berharap, kehadirannya di Milan akan bermanfaat buat klub. Dia sendiri juga berharap bisa berkembang. Sebab, dengan demikian dia bisa tetap membela timnas Inggris.

Kaka Sudah Bisa Tampil Lawan Udinese

Ricardo Kaka sudah bisa berlatih bersama AC Milan dan siap turun dalam duel lawan Udinese. Sepekan sebelum duel tersebut, Milan sudah dipusingkan dengan absennya beberapa pemain yang kurang fit. Kaka dan Mathieu Flamini absen lawan Juventus pekan lalu. Di lini belakang, Philippe Senderos pun menyusul rekan-rekannya yang cedera. Mantan pemain Arsenal tersebut mengalami gangguan fisik sejak bermain lawan Wolfsburg di Piala UEFA pertengahan minggu ini. Gianluca Zambrotta juga absen, kali ini karena hukuman skors.

Kaka sebelumnya sempat terancam absen dua hingga tiga bulan karena punya masalah hernia. Namun, Sabtu kemarin ia sudah berlatih dan siap dimainkan di San Siro. Kehadiran Kaka sangat penting bagi “I Rossoneri” yang berusaha menggeser Napoli dan mengejar Juventus serta Inter Milan. Udinese pun menginginkan kemenangan di partai ini demi memperbaiki posisi mereka yang melorot tajam.

Mourinho: Inter Siap Hadapi Barcelona

Milan – Jose Mourinho percaya Inter Milan mampu mengalahkan Barcelona di ajang Liga Champions musim 2009/2010. Menurut The Special One, kondisi mental dan fisik pemain akan menentukan pemenang dalam pertandingan ini.
Inter berada satu grup dengan Barcelona di grup F bersamaan dengan wakil Ukraina Dynamo Kyiv dan Rubin Kazan dari Rusia.
Inter akan mengawali perjalanan mereka di Liga Champions dengan menjamu sang juara bertahan di Giuseppe Meazza pada 16 Sepetember.
Menyambut laga tersebut, Mourinho berkomentar, “Ini akan lebih dari sekedar duel antara (Samuel) Eto’o dan (Zlatan) Ibrahimovic.”
“Ini akan menjadi pertandingan yang hebat yang akan meninggalkan bekas pada tim yang kalah. Kondisi fisik dan mental akan menjadi penentu,” jelas Mourinho seperti dilansir football-italia.
Meski kurang diunggulkan dalam pertandingan pembuka grup F, Mourinho yakin partai melawan Blaugrana akan menjadi tonggak tersendiri dalam perjuangan meraih sukses di Eropa.
“Barca jelas sulit untuk dikalahkan dalam waktu dekat ini, bahkan jika Inter memiliki senjata untuk menyulitkan atau mengalahkan tim ini. (Josep) Guardiola melakukan pekerjaan yang baik, tetapi kami siap menghadapinya,” tutur Mourinho.
Untuk memetik hasil maksimal saat laga kandang nanti, Mourinho telah melakukan perjalanan ke Barcelona untuk mengamati permainan Azulgrana saat menghadapi Sporting Gijon dalam pertandingan La Liga

Grosso Kenakan Nomor Legenda

Turin – Pemain anyar Juventus, Fabio Grosso mengaku terhormat setelah mendapatkan nomor punggung enam. Pasalnya, nomor itu pernah dipakai Gaetano Scirea, seorang legenda Bianconeri.

Scirea merupakan pemain bertahan Juventus periode 1974 hingga 1988. Pemain bernomor punggung enam itu pernah mempersembahkan tujuh scudetti, serta gelar Piala UEFA, Piala Winners, dan Piala Champions masing-masing satu.

Prestasinya juga merambat ke tim nasional Italia. Pemain yang sering di-plot sebagai libero ini merupakan bagian dari tim juara Piala Dunia 1982.

Scirea mengakhiri karirnya di Juventus tahun 1988 di usia 35 tahun, dan selanjutnya menjadi pelatih tim junior. Namun, nasib berbicara lain. Setahun setelah pensiun, kecelakaan mobil merenggut nyawanya.

Untuk musim ini, nomor punggung enam akan dipercayakan kepada Grosso, pemain yang diboyong Juve dari Lyon pada musim panas ini.

“Mengenakan nomor punggung enam di Juventus merupakan sebuah kehormatan besar dan keistimewaan. Mengenakan nomor Gateano Scirea, legenda dari Calcio dan contoh bagi seluruh pemain saat ini,” demikian kata Grosso kepada situs resmi Juve, dilansir dari Goal.
Grosso berharap ia tidak mengalami beban mental mengenakan nomor punggung sang legenda. “Saya berharap bisa membayar kepercayaan tim dan suporter untuk segala perhatian yang telah mereka berikan kepada saya,” tambah pemain berposisi bek kiri itu.

Dukungan untuk pemain yang pernah mengantar Italia juara Piala Dunia 2006 datang dari janda Scirea, Mariella. “Saya yakin Fabio akan mengenakan seragam nomor itu dengan kepribadian yang baik di lapangan, komitmen, serta menjunjung fairplay. Sesuatu yang pernah ditunjukkan oleh almarhum suami saya,” kata Mariella. ( nar / mrp )

Inter Makin Kuat dan Lapar Kemenangan

Milan – Hasil bagus yang diraih Inter Milan dalam derby melawan AC Milan kemarin berimbas positif kepada para pemainnya. Salah satunya Christian Chivu yang menilai La Beneamata kini makin kuat dan ingin terus menang.

Datang ke pertandingan membawa hasil mengecewakan di laga sebelumnya saat ditahan 1-1 oleh Bari, Inter mengamuk dan mendemonstrasikan sepakbola menyerang pada Rossoneri. Alhasil, Milan digebuk empat gol tanpa balas dan mental anak-anak asuh Jose Mourinho pun diyakini jadi menanjak.

Hal ini lah yang kemudian ditunjukkan oleh bek Inter ,Chivu, yang menanggap bahwa kemenangan telak atas rival sekotanya itu menjadi semacam ‘vitamin’ bagi para rekan-rekannya untuk bisa tampil lebih baik dan menunjukkan kualitas Inter yang sebenarnya.

Apalagi dalam pertandingan itu para punggawa baru macam Samuel Eto’o, Diego Milito, Thiago Motta, Lucio dan bahkan Wesley Sneijder yang baru sehari bergabung, pun sudah bisa menyatu dengan irama permainan juara bertahan Seri A itu.

“Kemenangan atas Milan memberi keyakinan tinggi akan kualitas kami sendiri. Skuad ini menjadi lebih kuat dan para pemain baru pun dapat membuat permainan kami meningkat,” tegas Chivu kepada TV Romania yang dilansir Goal.

Chivu pun yakin kalau dengan skuad yang dimiliki Nerazzuri saat ini, bakal berperan besar membantu Inter mencapai Santiago Bernabeu di bulan Mei, di mana partai final Liga Champions akan digelar.

“Tidak bisa kami sembunyikan kalau kami sedang lapar-laparnya akan kemenangan. Dengan adanya Lucio di lini belakang, kami mendapat tambahan pengalaman dan juga pemain. Dan kami juga bisa mencapai partai final Liga Champions,” tutup bek berpaspor Rumania itu.